Kelana Dipantara - National Geographic Travel Indonesia

"Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Mencintai Tanah Air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat,”  tulis Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demons­tran. Sepertinya, ungkapan Gie tadi terlampau mulia, apabila kita membandingkannya dengan kebanyakan tujuan orang dalam menjelajahi Nusantara belakangan ini.


Semua orang berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat baru yang fotogenik. Sebingkai foto, yang membuat orang menekan tombol “suka” di media sosial, menjadi ujung dari penjelajahan sebuah destinasi. Tempat-tempat yang se­mula lengang, belakangan berubah menjadi tempat yang riuh.


Pemuda berwajah tampan dan gadis berparas cantik ber­pose bak model. Jepret! Foto yang tercipta kemudian dipoles dengan perangkat lunak. Lalu, foto pun diunggah di dunia maya. Bagi sebagian orang, itulah esensi perjalanan.


Tampaknya, kita telah lupa tentang tujuan perjalanan yang mulia. Perihal melihat, menemukan, mengenal, dan mencintai Indonesia dengan lebih dekat. Juga, bagaimana mempelajari segala kebaikan warga dan budayanya yang sungguh beragam, namun tetap hidup berdampingan secara damai.


Negeri ini “dikutuk” memiliki kekayaan alam yang ber­limpah. Di dasar laut terdalamnya, biota nan elok bagaikan lu­kisan berpulas aneka warna. Di daratannya, hidup beragam puspa dan satwa, ribuan sungai, ratusan danau dan telaga, bentangan padang pasir dan sabana nan luas, hingga salju yang menyelimuti pucuk gunung tertingginya.


Negeri ini sungguh luar biasa. Jika setiap hari kita men­jelajahi satu per satu pulaunya, setidaknya kita akan mem­butuhkan 46 tahun untuk menyudahinya. Panjang garis pantainya pun mencapai 99.000 kilometer, atau dua kali panjang lingkar Khatulistiwa  Bumi.

Saya berusaha mengabadikan repihan perjalanan tatkala menyambangi sebuah keindahan tempat yang memiliki kekuatan cerita secara geografis—tak sekadar fotografis.


Foto-foto di atas saya abadikan selama perjalanan mengelilingi Nusantara selama beberapa tahun. Saya mengambil beberapa destinasi yang memiliki karakteristik nan unik. Semua foto tersebut diterbitkan di rubrik Portofolio National Geographic Traveler Indonesia edisi Mei 2017.

YUNAIDI JOEPOET VISUAL
CORPORATE, INDUSTRIAL, EDITORIAL, AND AERIAL PHOTOGRAPHER - VIDEOGRAPHER BASED IN JAKARTA, INDONESIA

© 2020 Yunaidi Joepoet Visual. Integrated Creative Production Studio based in Jakarta, Indonesia.